Senin, 12 Februari 2018

Open System Interconnection

MODEL OSI

OSI (Open System Interconnection)
   OSI merupakan artitekstur jaringan yg dibuat oleh ISO (International of Standardization Organization) sebagai solusi masalah kompabilitas device antar vendor, dengan menyediakan standarlisasi yg dapat digunakan oleh para vendor dalam membuat device.
   OSI Layer dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

1. Upper Layer 
   dimana layer yg tergolong dalam upper layer ini mendefinisikan bagaimana aplikasi padahost berkomunikasi dengan user dan host lainnya, yaitu :
* Application Layer
   Sebagai interface antara user dan komputer bertanggungjawab utuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi.
Fungsi : - Menentukan ketersediaan resouser.
              - Melakukan proses sinkronasi komunikasi.
* Presentation Layer
   Presentation layer berfungsi untuk :
  • Menyediakan sistem penyajian ke application layer.
  • Menyediakan sistem pembentuk kode (format coding). Misalnya format ASCII yg digunakan komputer IBM compatible dan format EBDIC digunakan oleh mesin IBM.
  • Menyediakan proses konversi antar format coding yg berbeda.
  • Menyediakan layanan translation, menjamin data yg dikirimkan dari application layer suatu sistem yg dapat dibaca oleh layer aplikasi di sistem lain.
  • Menyediakan sarana untuk melakukan compression, decompression, enripion dan decryption.
* Session Layer
   Fungsi dan tanggung jawab session layer, yaitu :
  • Mengkordinasi jalannya komunikasi antar sistem.
  • Melakukan proses pembentukan, pengelolaan dan pemutusan session antar sistem aplikasi.
  • Mengendalikan dialog antar device/nodes.
   Beberapa contoh protokol yg bekerja di session layer :
- Remote Procedure Call (RPC)
- Structure Query Language (SQL)
- Network File System (NFS)

2. Lower Layer
   yg mendefinisikan bagaimana data terkirim dari host ke host lainnya, yaitu :
* Transport Layer
   Bertanggungjawab dalam proses :
  • Pengemasan data upper layer ke dalam bentuk segment.
  • Pengiriman segment antar host.
  • Penetapan hubungan secara logika antar host pengirim dan penerima dengan membentuk visual circuit.
  • Secara opsional, menjamin proses pengiriman data yg dapat diandalkan.
   Prosespengiriman pada transport layer ini dapat dilakukan dengan 2 mekanisme, yaitu :
- Connection Oriented.
- Connection Less.
* Network Layer
   Bertanggungjawab untuk :
  • Melakukan mekanisme routing melalui internet work, router merupakan device yg berfungsi membawa traffict antar host yg terletak dalam network berbeda.
  • Mengelola sistem penyelamatan logika terhadap jaringan komputer.
  • Data berupa segment yg diterima dari transport layer akan dikemas ke dalam bentuk paket. Terdapat 2 jenis paket, yaitu Packet Date & Router Update Packet.
* DataLink Layer
   Bertugas menjamin pesan yg dikirimkan ke media yg tepat dan menerjemahkan pesan dari network layer ke dalam bentuk bit di physical layer untuk dikirimkan ke host lain. DataLink akan membentuk paket ke dalam frame dan menambahkan header yg berisi alamat hardware (physical/hardware addressing).
* Physical Layer
   Bertanggungjawab melakukan pengiriman dan penerimaan bit. Physical layer secara langsung menghubungkan media komunikasi yg berbeda-beda. Physical layer menetapkan kebutuhannya secara electricall, meckanicallprocedural untuk mengaktifkan, memelihara dan memutuskan jalur antara sistem secara fisik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar